Gramedia Pustaka Utama,

Resensi: China Rich Girlfriend (Kekasih Kaya Raya) - Kevin Kwan

Monday, July 24, 2017 Puji P. Rahayu 2 Comments


China Rich Girlfriend
Whatever you want to do, your status still matter in the end. Your status and you position in the society.

oleh  Kevin Kwan
(Kekasih Kaya Raya)
2.5 dari 5 bintang

Sumber gambar: Goodreads
Judul: China Rich Girlfriend (Kekasih Kaya Raya)
Seri: Crazy Rich Asians #2
Penulis: Kevin Kwan
Genre: Romance
Alih bahasa: Cindy Kristanto
Editor: Barokah Ruziati
Sampul: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2017
Tebal buku: 456 halaman
ISBN: 9786020337593
Harga: Rp98.000,- di TB. Gramedia Basuki Rahmat, Malang


Sekarang malam pernikahan Rachel Chu. Ia memakai cincin bermata berlian Asscher-cut, gaun pengantin yang sangat ia sukai, dan memiliki tunangan yang rela kehilangan semua harta warisan demi menikahinya. Namun, gadis itu sedih. Ayah kandungnya, yang tidak pernah ia kenal, takkan mengantarnya menuju altar. Lalu suatu kejadian mendadak membuat identitas pria tersebut terungkap. Dan Rachel pun terseret ke dalam dunia gemerlap Shanghai, yang berisi kemewahan tak terbayangkan dan orang-orang yang bukan sekadar kaya raya--mereka kaya tujuh turunan. 
"Sangat menghibur." -The Washington Post

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Kegilaan kalangan jetset, nyatanya dapat ditemukan di mana saja. Jika Crazy Rich Asians mengajak kita untuk menyelami kehidupan kalangan jetset di Singapura, maka di buku kedua ini, kita akan diajak untuk mengenal lebih jauh kalangan jetset di Cina Daratan. Pergi menggunakan jet pribadi, berbelanja berbagai koleksi hot couture, hingga makan di restoran mahal. Kehidupan Rachel yang tadinya biasa saja, langsung berubah seratus delapan puluh derajat setelah mengetahui kehidupan keluarga ayah kandungnya.

Sejak mengetahui bahwa ayah kandungnya masih hidup, Rachel dan Nick berusaha untuk terus mencari informasi mengenai ayah Rachel yang kabarnya berada di Cina daratan. Hal itu dilakukan sebelum keduanya melangsungkan upcarai pernikahan. Pernikahan Rachel dan Nick sendiri diadakan secara tertutup. Nick pun sengaja tidak memberi tahu ibunya. Tentunya, Nick menyadari kalau ibunya masih belum dapat menerima pernikahannya dengan Rachel. Akan tetapi, sehari sebelum pernikahan, Eleanor berhasil mencapai tempat pernikahan Nick dan Rachel. Hal yang tak disangka-sangka, nyatanya Eleanor berhasil menemukan ayah Rachel.

The Opinion

Entah mengapa, aku merasa membutuhkan waktu yang lama saat membaca buku ini. Faktor tampilan fisiknya yang agak menyiksa--euh, ukurannya lebih dari B5, tebal bukunya yang hampir 500 halaman, hingga font yang digunakan sungguh kecil-kecil--membuatku cukup malas membacanya. Aku masih ingat, mulai membaca novel ini sejak sebelum lebara. Cause someone told me to read instead of play some virtual game. Lol. I tried to read, tho. But it's a little bit hard for mo to finish it. 

Selain memang tampilan fisiknya yang cukup membuat pusing, nyatanya gaya bercerita Kevin Kwan cukup tidak biasa. Mengapa aku bilang demikian? Meskipun di blurb disebutkan kisah mengenai Nick dan Rachel, nyatanya, Kwan mencoba untuk mencampurkan beberapa kisah dalam satu buku. Masih ada cerita tentang Astrid, sepupu Nick yang paling cantik dan keren, bersama suaminya, Michael, pengusaha di bidang teknologi yang mulai berhasil; cerita tentang Carlton Bao, adik Rachel, dengan salah satu fashion blogger terkenal di Cina, Collete; hingga cerita mengenai Kitty Pong--yang di buku pertama, eugh, menyebalkan.

Pada intinya, Kwan tidak hanya fokus pada kisah pernikahan antara Nick dan Rachel. Saat membaca buku ini, mungkin pembaca harus bersiap-siap untuk menemukan banyak sekali tokoh, jalan cerita yang terasa tidak ada hubungannya, dan hal-hal lainnya yang cukup tidak masuk di akal. I don't know. Maybe this is me who can't enjoyed it. In my opinion, If you want to stop in this second book, maybe you could. Because I couldn't sense some surprise element from this book. Ehm, something that will trigger me to read the third one. But, who knows, right? 

The Conclusion

In my humble opinion, this book is quite good. But not that much my cup of tea. I want to enjoy it, but then, many things that I couldn't bear with it. I red this book because I want to know who is Rachel's father and how Nick and Rachel could married in the end. 

Sebenarnya, masalah selera aja, sih. Jadi, ku hanya bisa menyematkan 2.5 bintang untuk buku bersampul kuning ini.

Sincerely,

Puji P. Rahayu

You Might Also Like

2 comments:

  1. Ah sayang sekali.. hana suka banget sama buku ini :D but hana baca versi inggrisnya sih.. yg bikin lucu buku ini kan singlishnya but di terjemahannya jadi kurang berasa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, kayaknya sih gitu, Kak Hana. Mungkin karena Puji baca versi terjemahannya. Untuk buku ketiga, Puji mau baca yang versi inggrisnya aja, deh. Biar nangkep Singlish-nya :"

      Delete