Fantasi,

Resensi: The Wrath and the Dawn - Renee Ahdieh

Thursday, June 22, 2017 Puji P. Rahayu 4 Comments


The Wrath and the Dawn
Seratus kehidupan untuk satu nyawa yang kau ambil. Satu kehidupan untuk satu fajar. Jika kau gagal satu kali saja, akan kurampas mimpi-mimpimu. Akan kurampas kotamu.
Dan akan kurampas kehidupan-kehidupan ini, seribu kali lipat.

oleh Renee Ahdieh

3.5 dari 5 bintang

Sumber gambar: Goodreads
Judul: The Wrath and the Dawn
Seri: The Wrath and the Dawn #1
Penulis: Renee Ahdieh
Genre: Fantasi, Young Adult
Penerjemah: Mustika
Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
Penata Letak dan Perancang Sampul: Deborah Amadis Mawa
Tebal buku: viii+447 halaman
Penerbit: POP,  imprint dari Penerbit KPG
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-6208-74-3
Pinjam dari Fitrandi Fauzi


Terinspirasi dari Kisah 1001 Malam
Khalid Ibnu al-Rashid, Khalif Khorasan yang berusia delapan belas tahun, adalah seorang monster. Dia menikahi perempuan muda setiap malam dan menjerat pengantin barunya dengan tali sutra saat fajar tiba. Ketika sahabatnya menjadi korban kezaliman Khalid, Shahrzad al-Khayzuran bersumpah akan menuntut balas. Gadis enam belas tahun itu mengajukan diri menjadi pengantin Sang Khalif. Shahrzad tak hanya bertekad untuk bertahan hidup, tetapi juga bersumpah akan mengakhiri rezim kejam sang raja bocah.
Malam demi malam, Shahrzad memperdaya Khalid, menceritakan kisah-kisah memikat yang membuatnya terus bertahan, meski tiap fajar bisa jadi merupakan saat terakhirnya melihat matahari terbit. Tetapi sesuatu yang tak terduga mulai terkuak: ternyata Khalid bukanlah sosok yang Shahrzad bayangkan. Sikapnya sama sekali tidak mencerminkan seorang pembunuh berdarah dingin. Mata emasnya memancarkan kehangatan. Monster yang ingin dilawan Shahrzad itu tak lebih daripada pemuda dengan jiwa yang tersiksa. Dan Shahrzad mulai jatuh hati kepadanya….

Info lebih lanjut dapat dibaca di:

Terkadang, suatu perbuatan yang begitu hina dan kejam, memiliki pembenaran di baliknya. Mungkin, memang perbuatan tersebut tidak akan pernah dimaafkan. Akan tetapi, di satu sisi, mungkin ada yang memahami mengapa perbuatan tersebut harus dilakukan. Penjelasan paling masuk akal adalah, melakukan perbuatan yang menyakitkan untuk kemudian mencegah satu hal yang lebih buruk terjadi ke lebih banyak orang. Tidak masuk akal? Oh, c'mon! Pada dasarnya hal-hal seperti ini mungkin saja terjadi.

Aku akan hidup untuk menyaksikan matahari terbenam esok. Jangan buat kesalahan. Aku bersumpah akan hidup untuk menyaksikan sebanyak mungkin matahari terbenam.Dan aku akan membunuhmu.Dengan kedua tanganku.

Raja Bocah dan Istrinya
Khalid Ibnu Al-Rashid, adalah Khalif Khorasan yang dapat dikatakan merupakan seorang monster. Tiap hari, ia menikahi gadis yang berbeda untuk keudian, gadis tersebut harus dijerat menggunakan tali sutra saat fajar. Tidak ada yang pernah mengetahui alasan sebenarnya dari tindakan Sang Khalif. Seluruh rakyat di Rey tidak pernah tahu mengapa anak mereka harus menjadi korban dari kekejaman yang dilakukan. 

"Semua hidup kita akan hilang, Sayyidi. Masalahnya adalah kapan. Dan aku hanya menginginkan satu hari lagi." Shahrzad, hlm. 44.

Shahrzad al-Khayzuran merupakan gadis yang menawarkan diri untuk menjadi istri Khalid. Niat awalnya adalah untuk membalas dendam atas kematian sahabatnya, Shiva. Keputusan Shahrzad bukanlah keputusan yang mudah. Ayahnya, Jahandar, sangat tidak rela apabila Shahrzad menjadi istri dari Sang Khalif. Namun, apa mau dikata. Shahrzad adalah seorang perempuan yang keras kepala. Ia bersumpah dan bertekad untuk membalaskan dendam Shiva.

"Katakan kepadaku mengapa kau di sini.""Berjanjilah kau tak akan membunuhku.""Aku tidak bisa melakukan itu.""Kalau begitu tak ada lagi yang bisa kukatakan." Khalid dan Shahrzad, hlm. 80.

Keputusan Shahrzad juga didengar oleh cinta pertama Shahrzad, Tariq Imran al-Ziyad. Mendengar hal tersebut, Tariq bertekad untuk membebaskan Shahrzad. Apapun yang terjadi. Satu-satunya cara yang menurut Tariq berhasil adalah, dengan menggulingkan kekuasaan Khalid. 

Kehidupan Shahrzad yang awalnya tervonis satu malam, berhasil terselamatkan karena kisah-kisah yang diceritakan Shahrzad kepada Sang Khalif. Tanpa sadar, kisah-kisah tersebut pun mulai membuat Shahrzad mendalami siapa Khalid. Meskipun pada akhirnya, banyak sekali rahasia yang disimpan oleh Khalid. Hingga akhirnya, kebenaran dan rahasian pun terungkap. Rahasia yang pada akhirnya membuat Shahrzad mengerti, beban berat yang harus dipikul oleh Khalid. Beban yang melibatkan seluruh rakyat Rey.

"Lakukanlah dengan lebih baik, Shazi. Permaisuriku tak punya keterbatasan. Tak ada batas dalam segala tindakannya. Tunjukkanlah kepada mereka." Khalid, hlm. 222.

Tidak Sekadar Fantasi
Baiklah. Kalau boleh jujur, membaca novel ini merupakan bentuk perwujudan rekomendasi dari yang meminjamkan aku novelnya. *makasih, Uji :D. Iyaah, sayah kemarin malakin novel ke Uji dan Uji ngasih saya duologi ini. Kalau soal penasaran, aku penasaran sih dengan novel ini. Bagaimanapun, nove ini seliweran di timeline aku di tahun kemarin. Bumbu-bumbu kisah seribu satu malam membuatku penasaran pada akhirnya. Tapi, bukan berarti aku punya ekspektasi sepenuhnya terhadap novel ini. Maksudku, yaa, aku nggak mengharapkan fantasi yang banget-banget. Dan ternyata benar. Kisah roman-nya lebih banyak disinggung di sini.

Sumber gambar: Wallco, disunting oleh Puji.
Menurtku, Renee Ahdieh di buku pertama ini lebih menjelaskan bagaimana perkembangan dari hubungan Khalid dan Shahrzad--Ya Tuhan! Ini namanya susah banget untuk dihafal :( Jadi, keseluruhan unsur fantasi dalam kisah ini masih belum terlalu kelihatan. Eh, tapi, bukan berarti aku protes, ya. Bagaimanapun, aku memang pecinta roman. 

Hem, tapi munkin, untuk pembaca yang mengharapkan novel ini penuh dengan buliran-buliran fantasi, jangan terlalu berharap. Heuheu. *ehh, aku nggak bermaksud mendemotivasi kalian untuk membaca novel ini, ya. Karena, menurutku, nggak fantasi-fantasi banget, ah. Roman-nya yang kuat di buku pertama ini. Kalau yang kedua sih, aku belum tahu.

Alurnya yang ...  Mengalir
Selama aku membaca The Wrath and the Dawn, aku merasa kalau alurnya cepat. Ehm, maksudku, tiba-tiba saja sudah dua minggu berlalu. Tiba-tiba saja sudah beberapa hari. Perubahan yang terjadi terlihat tidak terlalu terasa dan penjelasan detail dari suatu kejadian terkadang terlalu detail. Haha. Jadi, aku merasa aneh saja saat membacanya. Jadi berasa ada yang loncat-loncat. Ohh, ya. Meskipun memakai sudut pandang orang ketiga, fokus dari Renee Ahdieh adalah sudut pandang Shahrzad. Jarang sekali Renee menggambarkan dari sudut pandang Khalid. Padahal kan aku kepo juga sama Khalid. Meskipun aku nggak terlalu tertarik juga sama tokoh ini. *digampar.

Selain Khalid, Shahrzad, dan juga Tariq, ada pula tokoh lain seperti Despina--dayang Shahrzad--dan juga Jalal--sepupu Khalid. Aku yakin, di buku kedua pasti kisah dua orang ini akan muncul. Hoho. Oh, iya. Harus kuakui pula kalau kisah di buku pertama ini berakhir menggantung. *Untung Uji minjemin langsung dua buku. Jadi, aku nggak bakal kepo kelanjutannya. 

Kesimpulan
Menurutku, novel ini pas kok untuk dibaca oleh pembaca fantasi  yang menyukai cerita yang ringan. Mungkin akan sedikit membuat penasaran mengenai rahasia yang disimpan oleh Khalid. Hoho. Lalu, sebagai pecinta roman, kalian akan dimanjakan oleh hubungan Khalid-Shahrzad yang pada akhirnya akan membuat kalian trenyuh.

So, three point five stars for The Wrath and the Dawn.

Sincerely,
Puji P. Rahayu

Catatan tipografi:
"...Kedua, Khalid tak boleh tahu kalau aku ikut andil dalam dalam pelanggaran ini." --hlm. 59.
"...Dia pergi saat masih gelap."Tariq memasang anak panah... --hlm. 137.
"Karena kau berbagi ranjang dengan Khalif Khoasan." --hlm. 206.
"...Jadi aku mengatkannya dengan benda, bukan orang." --hlm. 254.
Shamsir-nya terjatuh ke lantai pualam dengan buyi tajam. --hlm, 350.
"...tetapi Anda tidak mengeti." --hlm, 380.
"Kebecian. Prasangka. Ganjara. ..." --hlm. 401.
...saat orang-orang yang ketakutan mulai menjeri dan melarikan diri...--hlm. 422.
"Bawa aku padanya."Tanpa menunggu jawaban, --hlm. 438.

Ps. Tidak semuanya tercatat ya. Puji kan lieur juga nyatetnya. Hehe.

You Might Also Like

4 comments:

  1. sekilas seperti cerita Beauty and The beast ya, penasaran banget dengan ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya enggak, sih. Tapi mungkin bisa dibaca kalo ingin membaca retelling o:)

      Delete
  2. aku pernah membaca buku ini sebelumnya, awalnya aku sempat kebingungan saat membaca dan mengikuti alurnya, dan bosan di awal. tapi setelah diteruskan cerita yang dikemas cukup memacu rasa penasaran akan peran Khalid dan yang lainnya. Tapi jujur saja, aku kurang menikmatinya kak :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Well, in some way aku juga merasakan hal yang sama. Agak bingung juga dengan awal ceritanya. Alurnya pun terasa lambat. But still, aku penasaran dengan buku keduanya :)

      Delete