CoMix Wave Films,

Resensi Film: Kimi no Na wa (2016)

Wednesday, March 22, 2017 Puji P. Rahayu 2 Comments


Kimi no Na wa
Terkadang, ada satu titik saat manusia tidak tahu-menahu saat ia bermain dengan waktu.

Sumber gambar: MyAnimeList
Judul Inggris: Your Name
Sutradara: Makoto Shinkai
Produser Noritaka Kawaguchi, Genki Kawamura
Penulis Naskah: Makoto Shinkai
Pemain: Ryunosuke Kamiki, Mone Kamishiraishi, Masami Nagasawa, Etsuko Ichira, Ryo Narita, Aoi Yuki, Nobunaga Shimazaki, Kaito Ishikawa, Kanon Tani
Musik: RadWimps
Studio: CoMix Wave Films
Distributor: Toho
Durasi: 107 menit
Telah diterbitkan menjadi novel di tahun yang sama

Mitsuha is the daughter of the mayor of a small mountain town. She's a straightforward high school girl who lives with her sister and her grandmother and has no qualms about letting it be known that she's uninterested in Shinto rituals or helping her father's electoral campaign. Instead she dreams of leaving the boring town and trying her luck in Tokyo.
Taki is a high school boy in Tokyo who works part-time in an Italian restaurant and aspires to become an architect or an artist. Every night he has  a strange dream where he becomes... a high school girl in a small mountain town.

***

Bagiku, menonton film anime menjadi salah satu hal yang sangat kusukai. Sejujurnya, aku tidak dapat menamai diriku sebagai pecinta anime. Toh, anime yang aku tonton hanya terbetas di Detektif Conan dan kawan-kawannya. Jadi, referensiku mengenai karya buatan Negeri Sakura ini masihlah sangat sedikit.

Bermula dari suatu obrolan di grup whatsapp BBI Jabodetabek, tersebutlah judul anime yang baru tayang, yakni Kimi no Na wa, atau dalam bahasa inggrisnya bisa disebut sebagai Your Name. Sebenarnya, aku tak memiliki pretensi apa-apa terhadap anime ini. Bahkan, setelah obrolan tersebut, aku tidak kepikiran untuk mencari filmnya dan mengunduhnya. Kemudian, beberapa hari yang lalu, saat aku didera kebosanan dan menginginkan menonton film, maka meluncurlah aku ke suatu situs pengunduhan gratis untuk mencari film yang sekiranya bisa kutonton. Nah, pada saat mencari film berdasarkan rating, ternyata Kimi No Nawa ini mendapat rating yang tinggi. Kalau tidak salah ingat, rating film ini mencapai 8.6/10 versi iMDB. Wow! Siapa yang tak tertarik dengan film ini kalau demikian?

Taki dan Mitsuha. Sumber: Frobes
Mitsuha Miyamizu adalah seorang gadis SMA biasa yang tinggal di suatu kota bernama Itomori. Semenjak ibunya meninggal, Mitsuha dan adiknya, Yotsuha, tinggal bersama neneknya yang mengikuti ajaran Shinto begitu kuat. Dimulai dari kebiasaannya untuk menenun benang, hingga tarian yang ditujukan sebagai cara pembuatan kuchikamikaze. Ayah Mitsuha saat itu sedang menjadi walikota dan berkeingan untuk mencalonkan diri lagi. Dengan hidup yang begitu membosankan, pada akhirnya Mitsuha ingin untuk tinggal di Tokyo saja sebagai seorang pemuda tampan.

Di sisi lain, ada Taki Tachibana. Seorang pemuda yang memiliki umur yang sama dengan Mitsuha. Ia tinggal bersama dengan ayahnya di pusat kota Tokyo. Taki sendiri bekerja paruh waktu di sebuah restoran Italia. Di sanalah ia tertarik dengan rekan kerjanya, Miki Okudera. Akan tetapi, terkadang, Taki merasa kalau ada yang lain dalam dirinya. Ia merasa pernah mengalami kehidupan sebagai seorang gadis di sebuah kota di pegunungan Hida.

Sebuah kenyataan menghantam Mitsuha dan Taki. Entah dengan cara apa, mereka berdua dapat bertukar tubuh. Sehingga, terkadang saat mereka bangun, Mitsuha berada pada tubuh Taki dan Taki berada pada tubuh Mitsuha. Hal ini terjadi secara acak dan tidak dapat diprediksi. Untuk memperingatkan diri masing-masing, Mitsuha dan Taki pun membuat catatan di gawai masing-masing. Sebagai contoh, janji kencan yang dirancang oleh Mitsuha untuk Taki. Hal ini terus berlanjut sampai Mitsuha mengatakan kalau hari itu adalah hari saat sebuah komet melintas di kotanya. Sejak saat itu, Taki tidak dapat menghubungi Mitsuha. 

Bertemu di batas waktu. Sumber: Alphacodes
Karena begitu penasaran dan ingin bertemu dengan Mitsuha, akhirnya Taki dibantu oleh Okudera dan temannya--Tsukasa, mencari keberadaan dari tempat tinggal Mitsuha. Berbekal sebuah sketsa pemandangan yang dibuat oleh Taki, mereka bertiga pun berkelana di prefektur Hida untuk mencari kota tempat tinggal Mitsuha. Pada awalnya, Taki sudah akan putus asa, karena seolah-olah Mitsuha adalah karakter fiksi yang ada di bayangannya. Namun kemudian, harapan muncul saat salah seorang pelayan restoran mengenali sketsa Taki. Akan tetapi, satu kenyataan lagi-lagi menghantam Taki. Ternyata, sketsa tersebut adalah sketsa dari Kota Itomori--kota yang hilang karena jatuhnya komet di kota tersebut tiga tahun yang lalu. Jadi, siapa sebenarnya Mitsuha Miyamizu? Apakah semua kejadian yang dialami oleh Taki hanyalah mimpi semata?

Harus aku akui, Kimi no Na wa adalah jenis anime yang membuatku terkaget-kaget dengan twistnya. Makoto Shinkai ternyata adalah salah satu sutradara terkenal di Jepang. Beberapa filmnya sebelum Kimo no Na wa pun menuai sukses yang luar biasa. Jadi, tidak heran bila Kimi no Na wa ini menjadi salah satu film tersukses yang dibuat oleh Shinkai.

Dari segi cerita, aku tak perlu meragukan lagi. Ceritanya benar-benar mind blowing dan sangat mencengangkan. Bagiku, cerita dalam Kimi no Na wa ini bukanlah cerita yang biasa. Shinkai mencoba untuk menggabungkan antara dimensi ruang dan waktu. Saat aku menontonnya pun, aku selalu bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Mitsuha dan Taki akan benar-benar bertemu? Perkembangan karakter Taki dan Mitsuha pun sangat mengesankan. Menurutku, perasaan yang muncul di antara mereka terbangun secara alami. Sehingga, terkesan tidak dipaksakan. Kemudian, satu hal yang kusukai dari film ini adalah, tidak ada pemaksaan akan waktu. Menurutku, cerita yang bermain-main dengan waktu pastilah sangat sulit untuk dibuat. Sang pengarang harus dapat menyambungkan fragmen-fragmen waktu menjadi masuk akal. Hal ini tentunya menjadi tantangan sendiri untuk Shinkai.

Sumber gambar: maxres, disunting oleh Puji
Kemudian, dari segi gambar pun, aku juga tidak kecewa. Dalam beberapa hal, terlihat jelas kalau gambar dari Kimi no Na wa terlihat sangat nyata. Sebagai contoh adalah penggambaran gawai yang dipakai oleh masing-masing karakter. Menurutku, hal yang senyata itu sangat keren saat ditayangkan dalam bentuk anime. Soundtrack lagunya pun juga bagus-bagus. Jadi, aku sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton. Hoho.

4 bintang untuk kerumitan waktu yang tercipta.

Sincerely,

Puji P. Rahayu

You Might Also Like

2 comments:

  1. aku pakenya wordpress sih puj wkwkkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ku sudah nyaman pakek blogspot sejak smp, kak. Haha.

      Delete