Eka Annisa,

Resensi: Finding You Among the Stars karya Eka Annisa

Sunday, February 19, 2017 Puji P. Rahayu 0 Comments

Finding You Among the Stars

Siapkah kamu menerima pengganti orang yang telah hilang darimu?

karya  Eka Annisa

 2 dari 5 bintang


Waktu baca: 27 Januari 2017
Penulis: Eka Annisa
Penyunting: M. Aditiyo Haryadi
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 212 halaman
ISBN: 978-602-03-2754-9
Gramedia Writing Project

Bagi Nadhira, Reo adalah bintang yang selalu menerangi hidupnya. Saat cowok itu meninggal, hidup Nadhira menjadi gelap. Dia menjadi lebih tertutup dan enggan bersosialisasi. 

Sampai akhirnya Nadhira bertemu Haykel si mahasiswa menyebalkan di salah satu perpustakaan Jakarta. Herannya, cowok itu mengingatkan Nadhira pada Reo karena sama-sama menyukai alam semesta. Kemiripan itulah yang membuat hati Nadhira pelan-pelan terbuka.

Kedekatan Nadhira dan Haykel membuat Edgar—sahabat Reo—kesal. Bagaimanapun, Edgar lebih dulu menyukai Nadhira. Bahkan cowok itu rela melakukan apa pun demi Nadhira. Kegigihan Edgar pun membuat perasaan Nadhira goyah. 

Selain itu, Nadhira juga dihadapkan pada kenyataan menyakitkan tentang asal-usul Haykel, kehidupan Edgar, bahkan misteri kematian Reo


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Saat aku membaca Finding You Among The Stars, aku sama sekali tidak memiliki ekspektasi apa-apa. Ohh, baiklah. Aku sedikit berharap kalau novel ini setidak-tidaknya mirip dengan Starlight karya Dya Ragil. Tapi sayangnya, aku tidak menemukan hal yang sama dalam FYATS.

Nadhira. Seorang cewek yang suka dengan sosiologi. Semenjak tewasnya Reo--kekasihnya, Nadhira menjadi lebih tertutup terhadap cowok. Bahkan, teman-temannya sendiri pun gemas karena Nadhira seolah-olah tidak bisa move on dari Reo. Padahal, semua orang yang ada di sekeliling Nadhira berusaha sebisa mungkin agar Nadhira bisa menjalani kehidupannya tanpa bayang-bayang Reo. Sampai suatu ketika, munculah Haykel yang menarik perhatian Nadhira. Pada akhirnya. mereka pun menjalin hubungan. Sayangnya, salah satu sahabat Reo, Edgar, juga meyukai Nadhira sejak lama. Kemanakah hati Nadhira akan berlabuh?

"Gue takut kalau gue buka hati, nanti gue nggak bisa bersikap baik sama cowok itu karena Reo bakal terus ada di hati gue." Nadhira, hlm 16.

=====This review contains spoiler. You've been warned!=====

Kupikir, premis yang diajukan sekadar seperti itu. Nyatanya, tidak demikian. Eka Annisa mengambil premis yang mirip dengan Simple Lie karya Nina Ardianti. Di tengah cerita, Nadhira yang sudah menjalin hubungan dengan Haykel, mengalami kebimbangan yang luar biasa saat Edgar menyatakan perasannya. Akhirnya, Nadhira pun menjalin hubungan dengan keduanya. Karena hal itu, sahabat-sahabat Nadhira memprotes keras tindakan Nadhira. Nadhira sendiri pun tidak tahu harus berbuat apa.

"Apalagi kalau bisa memiliki kamu yang sempurna di antara miliaran bintang-bintang. It would be my privilage to find you among the stars." Nadhira, hlm. 48.

Well, entahlah. Saat aku membaca novel ini aku merasa kurang puas. Banyak sekali hal-hal yang aneh menurutku. Sebagai contoh, kenapa sih Haykel dan Nadhira tiba-tiba deket? Terus, pertemuan mereka pun terkesan dipaksakan. Maksudku, aku nggak akan senekat itu nanya orang yang nggak dikenal di perpustakaan. Mending aku pergi dan cari perpus lain. 

Sumber gambar: google, disunting oleh Puji
Keanehan kedua yang aku temui, kan katanya Edgar diusir dari rumah. Tapi kok bisa dia gonta-ganti kendaraan? Logikanya, seharusnya fasilitas Edgar dicabut juga dong *mengerutkan dahi *rolling eyes berkali-kali.

Menurutku, banyak sekali kejadian-kejadian yang lompat. Bahkan, banyak yang terkesan dipaksakan. Kan jadi males bacanya :( Apalagi, sudut pandang penceritaannya pun bikin bingung. Sangat kentara sekali kalau cenderung dipaksakan. In my humble opinion loh ya. Sebenernya, pesan yang mau disampaikan bagus. Jangan terlalu larut dalam kesedihan dan kita harus move on. Ya tapi, prosesnya kok malah riweuh gitu. Heuf.

"Makanya jangan mikirin Reo terus! Kalau hati lo udah ketutup, mau ada ribuan malaikat ganteng dari langit juga lo nggak bakal seneng." Edgar, hlm. 75.

Salah satu poin plus dari novel ini adalah sampulnya. Menurutku sampulnya cantik. Pas banget kalau sasarannya adalah remaja. Bikin mudah jatuh hati gitu lah. Ya sudahlah. Demikian yang bisa kusampaikan. Aku harap, Eka Annisa akan terus mengembangkan tulisannya. semangat ya, kak!

2 bintang untuk bintang-bintang yang bertaburan.

Sincerely,

Puji P. Rahayu

Catatan typo:
..secarik keras --> secarik kertas (hlm. 13)
kegundahku --> kegundahanku (hlm. 69)
Marsh --> Marsha (hlm. 83)
ilmu manajemen --> tidak perlu ilmu. Langsung manajemen (hlm. 88)
kubersihan --> kubersihkan (hlm. 178)
ilmu sosiologi --> tidak perlu ilmu, langsung sosiologi (hlm. 200)

You Might Also Like