2.5 Stars,

New York After The Rain by Vira Safitri | Book Review

Friday, July 29, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

New York After The Rain
"Tidak ada kata terlambat untuk cinta, mencintai, dan dicintai." Paola, hlm. 223.

By Vira Safitri
2.5 of 5 stars

Image Source: Goodreads.com
Penyunting       :  Irna Permanasari
Desain Sampul : Marcel A. W.
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit     : 2015
Tebal Buku       : 288 Halaman
ISBN                : 9786020315065
Baca via iJakarta

Tidak ada yang tahu bahwa Julia Milano adalah sosok di balik penulis best seller terbitan BlackInk, tempat Julia bekerja sebagai editor.


Ketika Ethan Hall, sutradara ternama, ingin mengangkat salah satu karya Julia ke layar lebar, mau tidak mau Julia harus membuka topeng yang selama ini ia kenakan dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pemuda itu.

Tapi siapa sangka, kedekatan membawa mereka pada skenario yang membuat luka hati dan rahasia-rahasia yang mereka sembunyikan tersibak.

Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun....


***
New York After The Rain merupakan novel Amore Gramedia Pustaka Utama yang pertama kali aku baca. Jujur, aku agak ragu saat membaca novel ini karena di Goodreads kebanyakan rating novel Amore begitu tiarap. Bahkan, jarang yang mencapai rating di atas tiga. Akan tetapi, beberapa hari lalu aku melihat novel ini berseliweran di Goodreads. Aku jadi penasaran kenapa novel ini jadi banyak yang membaca.

Julia Milano merupakan seorang editor senior di BlackInk, sebuah penerbit tersohor di New York. Selain menjadi editor, Julia juga merupakan penulis yang menggunakan nama pena Jane Martin. Novel-novel karya Jane Martin banyak yang menjadi best seller dan dicari dimana-mana. Sebenarnya, pada aturan yang dicanangkan oleh BlackInk, tidak diperkenankan seorang editor menulis dalam satu penerbit yang sama. Tentunya, Julia menyembunyikan hal ini dari atasannya, Jacob Pierce dan Samantha Flint.

"Sebaiknya jangan pernah sia-siakan air matamu untuk orang yang salah." Ethan, hlm. 186.

Sayangnya, kedok Julia harus terbongkar karena seorang aktor sekaligus sutradara, Ethan Hall, memutuskan untuk menggarap film yang diadaptasi dari novel yang ditulis Jane Martin. Akhirnya, terjadi kesepakatan antara Julia dengan Ethan mengenai proses produksi Goodbye Autumn. Nyatanya, kerja sama antara Julia dan Ethan ini juga membuka luka lama Julia. Akibatnya, rasa percaya yang terbangun susah payah, menjadi patah sepenuhnya saat kenyataan menghampiri Julia.

Menurutku, cerita yang disodorkan oleh Vira Safitri ini menarik. Membahas sisi lain dari dunia penerbitan di negara lain merupakan hal yang cukup unik. Bahkan, membuatku semakin ingin tahu bagaimana dunia penerbitan internasional yang sebenarnya. Selain dunia penerbitan, Vira juga membahas tentang dunia adaptasi novel ke film. Intinya, ide ceritanya unik dan jarang dibahas oleh orang lain--sejauh yang aku tahu, tapi.

Image Source: google.com, edited by me
Akan tetapi, aku kurang suka dengan karakter Julia. Dia ini terkesan sangat tidak percaya diri. Bahkan, dia juga sering menanyakan hal yang nggak penting demi menutupi kegugupannya. Entahlah. Dengan karakter yang menyebalkan seperti itu, aku kurang yakin kalau Julia akan menjadi karakter yang dicintai pembaca. Karakter lainnya pun demikian. Karakter Ethan menurutku terlalu cuek. Sedangkan Jacob, entahlah. Menurutku dia terlalu cepat menyerah. Bahkan sebelum dia tahu keadaan yang sebenarnya.

Selain itu, aku juga sempat menemukan kejanggalan pada novel ini. Ada adegan yang menurutku belum selesai, tapi Vira memutuskan untuk langsung berpindah adegan. Hal ini membuatku bertanya-tanya, kenapa adegan itu harus ada? Adegan yang kumaksud di sini adalah adegan saat Julia dan Jacob terkurung di lift. Aku kurang bisa melihat signifikansi dari adanya adegan ini.

Meskipun demikian, aku cukup menikmati gaya Vira dalam bercerita. Ia cukup pandai menyampaikan cerita dengan bahasa yang halus. Bahkan, menurutku gaya bercerita Vira rapih dan nyaman dibaca. Yang pasti, novel ini lumayan untuk dibaca waktu santai.

2.5 bintang untuk Paola yang begitu perhatian :3


You Might Also Like

0 comments: