3 Bintang,

Daylight by Robin Wijaya | Book Review

Sunday, July 17, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Daylight
"Kalau dua orang terikat merasa tak punya satu topik pun untuk dibicarakan, kurasa mereka perlu memugar hubungan itu kembali."

By Robin Wiaya
3 of 5 stars

Image Source: Goodreads.com
Penyunting     : Andriyani
Penerbit          : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit   : 2015
Tebal Buku     : 296 halaman
ISBN               : 9786020277349
Baca via iJakarta

Bandung 

Sebuah wujud dari mimpi. Satu pesan masuk. Gabriel dinyatakan lolos pada audisi tahap awal sebuah kompetisi memasak yang selama ini merupakan impiannya. 


Batam 
Sebuah pemakaman. Satu panggilan telepon. Mantan istri Gabriel dikabarkan tewas dalam sebuah kecelakaan, dan meninggalkan si kecil Kate, anak hasil pernikahan mereka dulu. Seketika Gabriel harus memilih; mengejar mimpi atau mengambil kembali perannya sebagai ayah. 



Jakarta 
Sebuah kompetisi. Kekacauan terjadi. Gabriel mengambil kesempatannya untuk mengejar mimpi dan meninggalkan Kate bersama Amanda, kekasihnya, selama mengikuti kompetisi di Jakarta. Hingga kekacauan itu terjadi dan dia menyesali keputusan yang telah diambilnya.



Editor's Note 
Daylight merupakan sekuel dari karya Robin Wijaya sebelumnya, berjudul Nightfall (2014)


***
Daylight merupakan sekuel dari karya Robin Wijaya sebelumnya, yakni Nightfall. Bila Nightfaal menceritakan kisah Natalie, maka Daylight menceritakan kisah Gabriel, kakak dari Natalie. Kali ini, Robin Wijaya mencoba untuk menyoroti kisah peserta salah satu acara televisi yang cukup populer, yakni kompetisi memasak. Berangkat dari hal ini, Robin mencoba untuk membangun kisah Gabriel.

Novel ini bermula dari diterimanya Gabriel dalam kompetisi memasak. Mengikuti kompetisi tersebut merupakan impian Gabriel sejak ia mulai suka memasak dan mendirikan kafenya sendiri, The Cushy Cafe. Apalagi, orang-orang terdekat Gabriel mendukung keputusan Gabriel. Mulai dari Amanda, kekasih Gabriel, sampai adik Gabriel, Natalie. Sayangnya, berita kematian mantan istri Gabriel, membuat Gabriel harus pergi ke Batam. Di sanalah ia menyadari bahwa ada satu tanggung jawab yang harus ia terima, yaitu anaknya, Kate.

Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya Gabriel tetap mengikuti kompetisi memasak Star Chef. Bahkan, Amanda pun turut membantu untuk menjaga Kate di Bandung selama Gabriel harus berada di Jakarta. Sayangnya, suatu kejadian yang menimpa Kate membuat Gabriel memutuskan mundur dari kompetisi tersebut dan kembali ke Bandung.

Dibandingkan dengan Nightfall, aku lebih suka saat membaca Daylight. Menurutku, gaya penceritaan Daylight lebih luwes dan enak dibaca. Sudut pandang yang digunakan merupakan sudut pandang orang pertama dan menggunakan sudut pandang Gabriel. Menggunakan sudut pandang orang pertama, membuatku lebih memahami apa yang dialami oleh Gabriel. Aku bahkan bisa merasakan ketegangannya saat berada di kompetisi memasak.

Akan tetapi, aku sempet merasa aneh. Kukira, Mama Margareth--mertua Gabriel--akan muncul lagi dalam cerita. Rupanya, aku salah. Mama Margareth tak muncul. Bahkan, Natalie pun tidak. Entahlah. Padahal aku merasa kalau Mama Margareth merupakan dua karakter yang cukup dapat dimainkan dalam cerita ini. Sayang sekali kedua karakter tersebut malah tidak muncul kembali.

Sebenarnya, aku mengira kalau Gabriel akan tetap berada di kompetisi star chef tersebut sampai akhir. Rupanya, Robin Wijaya tidak membuatnya demikian. Yaa. si protagonis memang harus bisa memilih antara dua keputusan yang ada. Aku juga tidak menyangka kalau dalang dari penculikan Kate adalah mantan pacar Amanda. Hehe. Entahlah. Menurutku, penculikan Kate ini kok agak aneh ya? :3 Aku belum bisa menangkap motivasi Stefan untuk menculik Kate. Menurutku kalau sekadar untuk membuat Amanda kembali kok ya kurang kuat. Menurutku lho ya. Hoho. 

Image Source: here, edited by me
Oh, iya. Satu hal lagi yang cukup menggangguku. Karakter Amanda. Semenjak adegan Kate diculik, aku jadi agak nggak sreg sama sikap Amanda. Dia ini terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang belum benar-benar terjadi. Aku kurang menyukai sikap pesimis Amanda ini. Untungnya, sikap Amanda yang nyeleneh ini tertolong dengan sikap Gabriel dan Kate yang menyenangkan. Aku turut senang saat membaca kedekatan antara Gabriel dan Kate. Benar-benar hangat :3

Yaa, terlepas dari berbagai hal yang aku keluhkan, aku masih senang membaca novel ini. Cukup menghibur dan enak dibaca.

3 bintang untuk sosok Petra yang keren di kompetisi Star Chef :3


You Might Also Like

0 comments: