2 Bintang,

1/6 by Flazia | Book Review

Friday, July 15, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

1/6
"Kau seorang dokter, Sam. Setiap aku terluka, kau bisa sembuhkan aku."--Kai.

By Flazia
2 of 5 stars

image source: goodreads.com
Penyunting       : Anin Patrajuangga
Desainer           : Jang Shan dan Lisa Fajar R.
Penata Isi          : Abdurrahman
Penerbit            : Grasindo
Tahun Terbit     : 2014
Tebal Buku       : 232 halaman
ISBN                 : 9786022517191
Baca via iJakarta


“Tidak Butuh Satu Detik untuk Mencintaimu…”


Samantha Arin:
Dia adalah Kai Takahashi, seorang aktor, vokalis sekaligus gitaris band terkenal Mr. Sky. Pagi tadi kakeknya meninggal. Dia pasti bersedih karena hal itu. 
“Aku turut berduka cita, aku tahu ini membuatmu sedih. Aku mengerti apa yang kau rasakan…”
“Kau mengerti?” ujar Kai sinis padaku. “Skenario apa sih yang kalian hafalkan? Kenapa semua dokter selalu bilang tahu apa yang kurasa, tapi wajah kalian tetap tampak begitu tenang? Kalau kalian tahu bagaimana rasanya, kalian tidak akan setenang itu! Sadar tidak sih kalau kalian itu sok tahu?!”



Kai Takahashi:
“Sok tahu?! Dengar ya, kami tidak sok tahu! Kami hanya berusaha membantu!”
“Aku tidak butuh bantuan!” ujarku. “Aku... aku hanya… butuh Kakekku…”
“Kau butuh Kakekmu? Kalau begitu kau butuh mati!” ucap gadis berjas putih itu marah.
A-Apa? Mati dia bilang?
“Kau terkejut mendengar skenario yang tidak pernah kau dengar sebelumnya? Kau perlu tahu kalau kami tidak bersandiwara! Kami mengabdi mempertaruhkan hidup untuk semua pasien yang membutuhkan kami! Dan itu bukan sandiwara seperti yang biasa kau lakukan di drama!”


***

Membaca 1/6 merupakan hal yang cukup tidak biasa bagiku. Mengapa? Karena 1/6 merupakan jenis novel yang aku hindari. Novel bertema Jepang atau Korea yang ditulis oleh penulis Indonesia merupakan bentuk novel yang aku hindari. Entahlah. Aku biasanya hanya merasa tidak cocok saja saat harus membacanya. Akan tetapi, entah mengapa pula akhirnya aku tertarik untuk membaca 1/6. Mungkin aku termakan blurb, mungkin juga karena aku memang sedang ingin membaca novel yang ringan.

Cerita 1/6 dimulai dengan keingintahuan Samantha terhadap sosok bernama Samuel, anak laki-laki dari SMU Saitama. Saking keponya, Samantha nekat menelepon Samuel setiap hari hanya untuk mendengar suara anak laki-laki itu. Sayangnya, kebiasaan itu behenti karena waktu Samantha menelepon Samuel pada suatu hari, yang mengangkat malah seorang perempuan. Samantha berasumsi bahwa perempuan itu adalah kekasih Samuel.

Beberapa tahun kemudian berlalu. Samantha merupakan mahasiswi kedokteran tingkat empat. Bersama dengan ketiga temannya, Ryu, Kazuo, dan Himeka, Samantha menjalani kehidupannya sebagai mahasiswi kedokteran dengan dibimbing oleh dosen muda yang cukup pelit nilai, Nagai-sensei. Pada saat sedang berada di rumah sakit, Samantha tidak sengaja bertemu dengan Kai Takahashi, seorang selebriti yang sedang naik daun. Pertemuan mereka berjalan tidak baik dan tentunya menimbulkan kesan yang tidak menyenangkan. Akan tetapi, entah bagaimana ceritanya, Sam dan Kai malah bertemu lagi di beberapa kesempatan. Lama-kelamaan, mereka pun dekat satu sama lain dan menjadi sepasang kekasih.

Kalau boleh jujur, aku bukanlah tipe orang yang sebal dengan kisah roman yang menye-menye. Pertama kali aku membaca blurb novel ini, aku sedikit bersemangat. Aku suka dengan premis yang digunakan oleh Flazia. Hubungan seorang selebriti dengan mahasiswi kedokteran. Menurutku, premis tersebut sudah cukup untuk membuatku tertarik membaca novel ini. Sayangnya, beberapa hal dalam proses eksekusi novel ini terkesan kurang maksimal dan malah menurunkan semangatku untuk membaca novel ini.

Image Source: getty images, edited by me.
Yang akan kubahas pertama adalah sudut pandang yang digunakan. Sebenarnya, aku tidak masalah dengan sudut pandang orang pertama bergantian yang digunakan. Sebagai contoh, aku masih bisa menikmati Sunset Holiday karangan Nina Ardianti dan Mahir Pradana atau Antologi Rasa karangan Ika Natassa. Sayangnya, dalam eksekusi sudut pandang ini, menurutku Flazia terkesan belum luwes menggunakannya. Bahkan, aku tidak merasakan adanya perbedaan yang signifikan antara sudut pandang Sam dengan Kai. Padahal, karaker keduanya sebenarnya menurutku cukup unik. Akan tetapi, aku merasa kalau karakter mereka menjadi tidak konsisten di akhir-akhir. Aish.

Kemudian, dari jalan cerita sendiri pun, 1/6 masih terasa sangat kurang. Banyak plot hole yang tercipta dalam novel ini. Terkadang, aku sampai bingung kenapa ceritanya yang tiba-tiba sampai pada titik tertentu. Aku sampai bertanya-tanya, apakah aku tidak melewatkan suatu hal? Iya. Saat aku membaca novel ini, aku merasa kalau alurnya terkesan lompat-lompat. Alhasil, aku sulit menikmati cerita yang disajikan.

Kesimpulannya, aku sebenarnya melihat potensi dari novel ini. Maksudku, aku masih suka premis yang Flazia ajukan. Akan tetapi, sungguh sayang eksekusinya terasa kurang maksimal dan jujur, jauh dari harapanku.

2 bintang untuk rahasia yang dimiliki oleh Kazuo :O dan pertemanan Sam dengan teman-temannya.




You Might Also Like

0 comments: