Bambang 'Bambi' Gunawan,

The Chronicles of Audy: 21 by Orizuka | Book Review

Sunday, June 19, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

The Chronicles of Audy: 21
"Aku cuma ngasih tahu kalau aku suka kamu. Nggak perlu diterima. Nggak perlu ditolak. Cukup untuk kamu ketahui."--Rex Rashad

By Orizuka

4 for 5 stars

Source: goodreads.com
Penyunting                              : Tia Widiana
Kaver Desainer dan Ilustrator : Bambang 'Bambi' Gunawan
Proofreader                              : NyiBlo
Penerbit                                    : Penerbit Haru
Tahun Terbit                             : Mei 2016, cetakan keempat
Jumlah Halaman                       : 308 halaman
Harga                                        : Rp54.000,- di TB. Gramedia Grand Indonesia


Hai. Namaku Audy.

Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: "bagian dari keluarga".

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka,
pada suatu siang,
salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan,
terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.


***

Setelah sempat berhenti menjadi babysitter garis miring pembantu di rumah 4R, akhirnya Audy kembali ke rumah itu. Semakin lama Audy tinggal di rumah itu, semakin dalam juga Audy mengenal keempat bersaudara itu. 


Mengingat fakta bahwa Audy tidak lagi bisa mengharapkan cinta dari Regan, sebisa mungkin Audy melupakan perasannya. Sayangnya, salah satu dari 4R bersaudara, Rex, menyatakan perasaannya pada Audy. Tentunya, hal ini membuat Audy blingsatan. Audy bingung bagaimana menyikapi tingkah laku Rex. 

"Apa salahnya berharap? Berharap bikin kita lebih bersemangat hidup, kan? Tentunya, sambil disertai usaha yang konkret."

Selain permasalahan soal perasaan Rex, Audy juga harus mengajari tata krama kepada Rafael. Iya, si bocah berumur belum lima tahun itu lebih fasih menyanyikan Call Me Maybe dibandingkan lagu Bintang Kecil. Tentunya semua ini gara-gara Romeo. Ahh, iya, Di balik penampilannya itu, ternyata Romeo menyimpan fobia terhadap satu hal. Dan, hanya Audy yang akhirnya memahaminya.

Kenapa cuma aku yang harus menjelaskan, tapi dirinya tidak?

Source: google.com. edited by me
Mungkin, kisah Audy di buku kedua ini semakin kompleks. Dan semakin lucu. Terkadang, aku sebel sih sama Audy. Dia ini benar-benar karakter yang nggak berpikir panjang. Ampun, deh. Tapi, dengan segala keunikannya, Audy bikin aku senyam-senyum sendiri. Cara dia berinteraksi dengan 4R membuatku ngakak. *yes, I am laughing out loud because of her. 

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya kisah Audy ini bisa dibilang sebagai kisah keluarga. Benar-benar manis pokoknya. Aku suka bagaimana cara Orizuka menyampaikan kisah Audy. Hihi. Ohh, ya. Aku cukup penasaran sih dengan hasil akhir dari skripsi Audy. Bagaimana ya, bentuknya? Atau, bahas apa gitu? American Foreign Policy? Or what? Penasaran aja.

Hemm, soal kaver, aku sudah jatuh cinta dari kaver pertama. Kavernya sangat khas dan bikin ngiri. Ya ampun. Bagus banget. Kualitas kertas kavernya juga bagus. Ahh, pokoknya suka sama novel ini. Jadi penasaran kan sama novel lanjutannya :3

Yaap. Kalau kalian ingin mencari novel yang bercerita tentang keluarga, The Chronicles of Audy bisa jadi jawaban untuk kalian.

"Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus kekuatanku; yang membuatku merasa lebih hidup." -- Rex Rashad.
"Kamu, Rex Rashad, adalah entitas yang membuatku jadi mengharapkan hal-hal yang sebelumnya nggak pernah kupikirkan."

4 sayap untuk tingkah laku Rex yang menggemaskan.


You Might Also Like

0 comments: