Alit Tisna Palupi,

Sunset Holiday by Nina Ardianti dan Mahir Pradana | Book Review

Sunday, June 26, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Sunset Holiday
"Kalau memang aku hanyalah sepotong puzzle dalam hidup Ibi dan sebaliknya, it's better that we make the best out of our limited tine together." --Audy.

By Nina Ardianti dan Mahir Pradana

5 for 5 stars

Source: here
Penyunting              : Alit Tisna Palupi
Penyelaras Aksara   : Widyawati Oktavia dan Idha Umamah
Penata Letak            : Gita Romadhona
Desainer Sampul   : Dwi Anisa Anindhika dan Agung Nugroho
Ilustrator Isi             : Gama Marhaendra
Penerbit                   : Gagasmedia
Tahun Terbit            : Cetakan pertama, tahun 2015.
Tebal Halaman        : 470 halaman
ISBN                       : 9787808181


“We are all strangers until we meet.”



Jatuh cinta dan bertemu denganmu tidak ada dalam rencana perjalananku. Namun, di perjalanan sejauh ini, kamulah hal terbaik yang terjadi kepadaku. Aku menebak-nebak di mana akhir senyum manismu yang menghangatkan.

Hal paling menyakitkan dari jatuh cinta adalah kehilangan setelah memilikinya. Karena itulah, aku tidak berani berharap banyak. Kita hanyalah dua orang asing di tempat asing. Akan lebih banyak risikonya jika aku memutuskan untuk jatuh cinta.

Jika aku tidak akan menjadi bagian dalam sisa perjalanan hidupmu, bisakah kamu mengingatku sebagai bagian terbaiknya? Aku tidak berani menanyakannya karena diam-diam kutahu tujuan terakhir kita ternyata tak sama.

Kita kemudian bukan lagi dua orang asing di negeri asing. Namun, mengapa sakit ketika mengingat ternyata rasa ini terasa lebih asing daripada sebelumnya?

***

Audy dan Ibi bertemu di Paris, kota yang menyimpan banyak pesona cinta. Karena impulsif, Ibi mengikuti Audy melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah di Praha, Roma, atau Venezia, mungkin di sanalah cinta menyapa. Namun, apakah kebersamaan singkat itu berarti banyak jika sejak awal tujuan akhir mereka ternyata tak sama?


***

Berawal dari satu keputusan impulsif seorang Ibrahim Taulani atau Ibi untuk mengikuti itinerary Audy Astrawinata--gadis Indonesia yang tidak sengaja bertemu dengannya di Paris, perjalanan eurotrip Audy menjadi lebih berwarna karena kehadiran Ibi.

Audy merupakan seorang pegawai di salah satu firma hukum di Jakarta. Tidak ingin membuang-buang kesempatan yang ia punya dan menyesal seperti ibunya, Audy memutuskan untuk melakukan eurotrip sendirian. Meskipun sempat ditentang oleh keluarganya, akhirnya Audy tetap berangkat. Awalnya, Audy sudah menyusun itinerary dengan sangat jelas. Sayangnya, karena tertinggal kereta menuju Brussels, akhirnya Audy terpaksa merombak itinerarynya. Mungkin, kalau Audy tidak tertinggal kereta ke Brussels, ia tidak akan pernah bertemu dengan Ibi.

Ibi sendiri merupakan seorang pemuda Indonesia yang sedang menmpuh studi di salah satu universitas di Swiss. Selain menjadi mahasiswa, Ibi juga merupakan jurnalis lepas di salah satu situs olahraga yang dikelola oleh temannya. Berawal pula dari kebodohan karena bangun terlambat, membuat Ibi harus pergi ke Paris. Di saat ia berada di kawasan menara Eiffel, saat itulah ia bertemu dengan Audy.

Setelah membantu Audy untuk berfoto di depan menara Eiffel, dengan impulsifnya, Ibi memutuskan untuk mengikuti Audy dalam erutripnya. Tentunya, berbagai hal terjadi sepanjang perjalanan. Meskipun pada awalnya Audy menaruh curiga pada Ibi, tapi akhirnya hubungan mereka berkembang. Bukan sekadar menjadi pasangan eurotrip.

Source: google.com, edited by me.
Membaca novel ini membuatku tersenyum sendiri. Sebagai pecinta karya Nina Ardianti garis keras, aku sangat-sangat menyukai setiap cerita yang Kak Nina tuliskan. Karakter yang Kak Nina ciptakan memang biasanya mirip satu sama lain. Sama-sama drama queen dan hopeless romantic. Membaca kisah Audy tentunya mengingatkanku pada Edyta. Mereka punya karakter yang kurang lebih sama. Ahh, sayang sekali aku belum pernah membaca karya Mahir Pradana sebelumnya. Jadi, aku tidak terlalu tahu bagaimana karakter-karakter yang pernah ia ciptakan. Tapi, membaca kisah Ibi, aku jadi penasaran dengan novel kak Mahir yang lainnya.

"I'm not kidding, Ibi. You need a girlfrien to make your life more organized, more motivated... and more... meaningful."

"...tapi memang kadang life doesn't always turn out the way you plan sehingga butuh banyak penyesuaian."--hlm. 32.

Kadang, yang dibutuhkan seorang pria adalah petualangan dan kehadiran seorang wanita adalah petualangan yang sempurna. --hlm. 78.

Lalu, satu hal lagi yang aku suka dari cerita Kak Nina adalah banyak banget cameo yang bersliweran. Berawal dari fakta bahwa Audy adalah adiknya Aulia--teman kubikelnya Syiana. Lalu, rekan Audy di kantor yang ternyata adalah Kemal Arsjad. Ditambah pula muncul Victoria alias Vix yang jadi sahabat Audy--ohh, if you remeber about Meet Cute dan Stuck, kalian pasti inget siapa Vix ini. Yap. Vix adalah pacar Ilham, abangnya Edyta. Hoho. Pokoknya, aku suka banget sama karakter-karakter yang diciptakan sama Kak Nina. Eits, maafkan aku ya, Kak Mahir. Aku belum pernah baca karya kakak sebelumnya. Jadi, aku nggak tahu :(

Menurutku, Sunset Holiday ini merupakan cerita yang menarik. Meskipun menggunakan dua sudut pandang yang bergantian, tidak mengurangi chemistry yang terbangun di antara Audy dan Ibi. Aku malah suka bacanya. Jadi bisa mendalami perasaan si tokoh. Sebenernya sih, konflik yang disajikan dalam novel ini cukup sederhana. Hanya saja, cara Kak Nina dan Kak Mahir meramu cerita ini menjadikan cerita ini tidak biasa. By the way, selamat ya, kak atas pernikahannya! Duh, aku nggak menyangka kedua penulis ini jadi pasangan di dunia nyata :D

"When I agreed travelling with you, I didn't sign for sarcasm."--hlm. 182.

Membaca Sunset Holiday juga bikin aku mupeng setengah mati pengin ke Eropa :( Penggambaran kota-kotanya memang nggak terlalu detail, tapi perjalanan Audy dan Ibi memang bikin ngiri. Siapa sih yang nggak kepengin ke Paris, Praha, Barcelona, Munich, dan lainnya? Apalagi, Kak Nina dan Kak Mahir berhasil menggambarkan bagaimana keadaan di sana dengan baik. Mulai dari hal-hal yang positif sampai yang negatif--pencopet dan pengemis di benua biru sana itu nyata! Haha.

Pokoknya, kalau kamu pengen nyari cerita roman yang asyik, bisa banget baca novel ini. Dijamin kamu tak akan menyesal!

5 sayap untuk kemunculan Fedrian Arsjad yang tiba-tiba. Haha.



You Might Also Like

0 comments: