Antologi,

Before the Last Day by Lexie Xu dan kawan-kawan | Book Review

Saturday, June 11, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Before the Last Day
"Besok adalah hari kiamat.
Apa yang akan kalian lakukan hari ini?

By Lexie Xu dan kawan-kawan

2.5 for 5 stars

Sumber: here
Penulis                : Lexie Xu, dkk.
Jumlah halaman  : 320 halaman
Kota terbit           : Jakarta
Tahun terbit         : Desember 2012
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
ISBN                   : 9789792290868


Megie menerima pekerjaan sebagai peramal jadi-jadian hanya karena ingin meramaikan kedai kopi temannya, namun dia terpaksa mulai mengarang-ngarang cerita saat gambar-gambar di kopi mulai terasa mengerikan. Smile hanya ingin melihat senyum Kakek sebelum dia meninggal, namun tiba-tiba dia mendapatkan dirinya bakalan dikurbankan untuk ritual menyelamatkan Bumi. Sementara Feby yang memenuhi bucket list-nya sebelum kiamat, mendadak kebagian tugas untuk melenyapkan mayat. 


Kalau bukan gara-gara kiamat, Anette tidak akan berani menyelidiki bunyi-bunyian menyeramkan dari loteng rumahnya. Rasi tidak akan mengalami time slip yang membuatnya bertemu Rezky kembali. Sementara Dinda dan Salsa akan terus melanjutkan meneruskan permusuhan mereka tanpa mengindahkan masa lalu yang pernah mengikat mereka. 

16 kisah gelap dan mencekam, ditulis oleh 16 penulis dengan gaya berbeda. Kisah-kisah yang diawali dengan pembunuhan, pengkhianatan, penglihatan, kebencian, ketakutan, dan kesedihan. Kisah-kisah yang kemudian membawa pada harapan, keajaiban, dan pada akhirnya… cinta. 


***
Before the Last Day merupakan sebuah antologi cerpen yang membahas tentang hari kiamat. Iya, masih inget kan sama isu kiamat di tanggal 21 Desember 2012 lalu? Berangkat dari fakta tersebut, Gramedia Pustaka Utama mengajak enam belas penulis untuk menuliskan cerita pendek tentang kiamat. Beberapa penulis namanya pernah kudengar sebelum aku baca novel ini, tapi ada juga yang nggak pernah sama sekali aku dengar. Nah, berhubung ada enam belas penulis, aku coba kasih sinopsis satu-satu, deh. Hihi.

1. Keinginan Terakhir - Lexie Xu (2.5/5)
Seiring dengan karya-karya Lexie lainnya, novel kali ini pun tidak jauh-jauh dari genre thriller. Iya. Lexie kembali mengangkat cerita tentang bunuh-bunuhan. Feby yang sedang fokus memenuhi bucket list yang dibuatnya, malah harus berusaha melenyapkan mayat bersama Chritopher. 
Hemm, sebenernya aku suka dengan cerita ini. Khas Lexie banget. Cuma, kenapa ya kok aku merasa ide Feby untuk melenyapkan mayatnya jadi sadis banget? :( Terus, kesannya, Feby-nya kayak psikopat. Ya ampun. 

2. Peramal Kopi - Retni SB (2.5/5)
Idenya menarik. Aku suka dengan Meggie yang sudah mulai merasa berdosa karena jadi peramal gadungan. Aku suka deh cara Retni menggambarkan karakter Meggie yang jago ngeles waktu ditanya sama pelanggan. Sayangnya, aku kurang sreg sama nasib Maggie di akhir. Jadi, sebenernya Maggie itu....?

3. Ramalan - Irena Tjiunata (3/5)
Aku suka maksud kiamat di cerita ini. Hihi. Maksudnya, di sini beneran ada bentuk kiamatnya. Ceritanya, Sam yang begitu percaya sama ramalan, didatangi sama nenek-nenek gipsi yang mengatakan akan terjadi perkabungan di rumah Sam. Yaa, aku suka aja sama deskripsi yang digunakan sama Irena untuk menggambarkan kiamat di cerita ini.

4. Before the Day - Valleria Verawati (2/5)
Ini bukan soal kiamat. Cleo dan Evan memutuskan akan menikah tahun 2012. Akan tetapi, Evan membuat keputusan ekstrem untuk menikah pada tanggal 20 Desember. Tentunya, semuanya heran. Evan berasa pengin menikah sebelum kiamat datang. Cleo pun jadi meragukan keputusannya menikah dengan Evan. Intinya, cerita ini bertemakan kegalauan sebelum nikah.

5. Five Days to Say I Love You - Felis Linanda (3/5)
Syafa hanya punya lima hari untuk mengungkapkan perasaannya pada Ziko. Sayangnya, di lima hari itu, Syafa terus mengalami mimpi buruk. Ia bermimpi kalau Ziko meninggal pada saat mereka janji bertemu. Hemm, apakah mimpi Syafa akan menjadi nyata?

6. Prasangka - Vincentia Natalia (2.5/5)
Aldi merasa risih saat istrinya, Meisya, terlalu percaya dengan ramalan yang diucapkan oleh Mbah Aryo. Tentunya, ramalan itu tak jauh-jauh dari ramalan kiamat. Semakin hari, Meisya terus saja percaya bahwa kiamat pasti akan terjadi. Sayangnya, tidak demikian dengan Aldi. Akan tetapi, satu kejadian membuat Aldi merasa bersalah kepada istrinya. Akhirnya menurutku cukup tidak terduga.

7. Kotak Ajaib Penyelamat Dunia - Regina Feby (1/5)
Dua orang sahabat menyimpan kotak rahasia yang akan mereka buka saat mereka dewasa. Tetapi, suatu kejadian membuat kedua sahabat tersebut tidak saling kenal dan merasa asing. Bahkan bermusuhan. Sebenernya, aku bingung waktu baca cerpen ini. Nggak ngerti maksudnya :(
Source: google.com, edited by me
8. Baby Blues - Catz Link Tristan (1/5)
Mungkin ini masalah selera. Hanya saja, aku tidak berminat dengan kisah menunggu kedatangan anak :( Inti cerita ini, Kania dan Teddy menunggu kelahiran anak mereka. Isu kiamat membuat Kania mencoba untuk merekam setiap detik kehamilan dirinya.

9. Mianhae - Delia Angela (1/5)
Ya ampun. Tetiba muncul sebentuk kisah korea. No, aku nggak punya sentien soal cerita korea kok. Hanya saja, dalam cerita ini aku bertanya-tanya, kiamatnya sebelah mana?

10. Until the End of Time - Glenn Alexei (1/5)
Cinta ditolak membuat Vania menghubungi dukun untuk balas dendam. Standar sih, akhirnya Vania menyesal dan malah kena karma. Terus, kayaknya cerita ini yang paling sedikit halamannya. Hihi. Jadi banyak hal yang tidak tergali.

11. 21.12.2012 - Eva Sri Rahayu (1.5/5)
Rasi mengalami time-slip dan berhasil menemui Rezky. Entah mengapa, aku merasa time-slipnya kurang smooth. Jadi berasa aneh waktu bacanya. Ahh, baca cerpen ini mengingatkanku sama Interstellar. haha.

12. Selamanya - Alexander Blue (1.5/5)
Entah mengapa dari awal aku tahu kalau Smile bukanlah manusia. Wakakak. Ide yang diangkat out of the box sih, tapi jatuhnya kok aneh ya? :o 

13. The Angel of Darkness - Loryta Chai (4/5)
Salah satu cerpen yang aku suka banget di antologi ini. Ceritanya menarik dan...mungkin karena aku suka baca cerita detektif kali ya. Jadi aku suka sama eksekusi misteri hilangnya para murid di sekolah Ana, Citra, dan Willy. 

14. Penglihatan Pinus - Dadan Erlangga (3/5)
Tentang Pinus dan Ibu guru. Tentang Pinus yang dapat melihat pertanda dari langit. Bagus sih, tapi lagi-lagi masalah selera. Aku nggak terlalu suka ceritanya. Tapi bahasanya rapi banget, ya Allah. Sumpah, deh.

15. Rahasia Gudang Anette - Erlin Cahyadi (1/5)
Seharusnya, Anette itu berumur tujuh tahun dan suka kepo ada suara-suara di gudang. Bukannya anak SMA. Ampun deh. Aku heran. Kenapa sih ini Diego tetiba muncul? Kayak dipaksakan gitu munculnya :(

16. Surat Terakhir -Teresa Bertha (2/5)
Tentang Hugo yang songong dan nggak tahu berteria kasih sama ibunya. Hihi. Aku kurang nangkep aja sih maksudnya apa. Dan.. soal ibu ketua yang ternyata ibu kandung Hugo memang jadi twist tersendiri. Hihi.

Fyuh, Kelar juga semuanya. Hem, sebenernya, aku mau mengakui kalau aku nggak segitunya menikmati novel ini. Cerpennya terkesan banyak yang dipaksakan dan kadang aku nggak nangkep...kiamatnya dimana? Tapi mungkin itu hanya sekadar selera saja. saya yang lelah bacanya. Hihi.

Kalau sedang mencari bacaan ringan, bisa banget baca novel bertema kiamat ini. 



You Might Also Like

0 comments: