Black Butler Series,

Black Butler Volume 22 by Yana Toboso | Manga Review

Saturday, April 09, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Black Butler Volume 22

"Jangan lupa, lho. Mulai Sekarang, anggaplah semua orang sebagai musuh yang ingin memanfaatkanmu. Termasuk aku. Dan kau juga harus memanfaatkan semua orang untuk masa depan yang kau harapkan."--Ciel Panthomive.

By Yana Toboso

4 of 5 Stars

Source: here
Penerjemah          : Mustika Maria
Editor                   : Fitri A.
Penerbit               : Elex Media Komputindo
Tebal Halaman    : 184 halaman
Tahun terbit         : Maret 2016
ISBN                   : 9786020282527

Aah...Kasihan tuan muda.

Sebastian dan Ciel yang berhasil meloloskan diri dari 'lembah serigala' dan berlindung di kediaman Diedrich, teman almarhum ayah Ciel. Di sana, Diedrich bercerita tentang perkataan dan tindakan Undertaker yang aneh. Terantuk pada masa lalu yang kecil, mata hijau kekuningan sang dewa kematian yang telah membuang segalanya itu pun menjadi kabur.

Inilah komik tentang butler yang paling mengancam sedunia dipersembahkan untuk anda...

Duniaku semuanya abu-abu

Salah satu komik yang aku ikuti perkembangannya adalah Black Butler. Mengapa? Aku nggak tahu juga. Sejak awal aku baca Black Butler, aku sudah terpincut dan aku bertekad untuk membaca keseluruhan dari komik ini. Yaa, meskipun luama banget munculnya. Heuheu.

Oke, dari segi penampilan, aku suka banget sama kaver-kaver Black Butler. Konsepnya bagus dan berasa beneran lihat Inggris zaman kuno. Hehe. Pokoknya aku suka desain kavernyaaa. Dari volume 1 sampai sekarang, tidak mengecewakan.

Di volume kali ini, lebih banyak membahas tentang upaya Sullivan dan butlernya, Wolfram, untuk bisa bersikap layak untuk bertemu dengan Ratu Victoria. Tentunya, pelajaran tata krama dan etika ini diajarkan oleh Sebastian. Di tengah-tengah usaha Sebastian. muncullah Lizzie yang akhirnya memaksa Ciel untuk ikut berlatih. Tapi, sebelum Ciel dan kawan-kawan kembali ke Inggris, sewaktu di Jerman, Ciel dan kawan-kawan bermalam di rumah Diedrich. Di situlah Diedrich menceritakan pertemuannya dengan Undertaker. Perkataan Undertaker memberikan pertanyaan tersendiri bagi Ciel dan Sebastian.

Earl Phantomive masih ada.

Ahh. Ternyata Undertaker memiliki peranan penting dalam novel ini. Aku merasa ada hal yang disembunyikan oleh Dewa Kematian ini. Aku jadi penasaran gimana sih kematiannya orang tua Ciel. Terlalu banyak rahasia deh. Hemm. Aku merasa kalau cerita ini tidak akan sesederhana perjanjian antara Ciel dan sang iblis, Sebastian. Aku yakin masih ada hal-hal lain yang belum diceritakan. 

Pokoknya, aku jadi  penasaran banget sama kelanjutan Black Butler. Yuklah yang mau baca. Kalian tidak akan menyesal. Hoo.

Ps. Aku selalu ngakak loh waktu baca komik ini. Adaaa aja sisi kocaknya. Hoho.

Nah, cukup sekian reviewku kali ini soal Black Butler volume 22.
Yang mau komik dengan tema nggak biasa, hayok lah baca komik ini.


You Might Also Like

0 comments: