Christian Simamora,

With You by Christian Simamora dan Orizuka | Book Review

Saturday, February 27, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

With You
“Matahari terbit itu awal dari hari baru. Matahari terbit memberi kita kesempatan untuk mulai semuanya dari awal.”—Lyla.

By Christian Simamora dan Orizuka
3 of 5 stars

Penerbit                      : Gagasmedia
Tebal halaman           : 298 halaman
Tahun terbit               : 2012
ISBN                           : 9789797805739


One day could change everything.
source: goodreads.com

365 hari dalam setahun,

24 jam dalam sehari.


Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.

keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...

sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

REVIEW:
Membaca gagas duet merupakan salah satu hal yang cukup aku sukai. Menggabungkan dua penulis ke dalam satu novel merupakan tantangan tersendiri dan akua rasa, hal ini sangat menarik. Dua orang penulis yang berbeda gaya penulisannya, meramu satu kisah yang bertalian.

THE FIRST LINE
Nggak biasanya Cindy punya saat lowong sepanjang hari seperti ini.

The Appearance:
Kaver dari novel With You ini sebenarnya menarik dan sederhana. Membuat pembaca penasaran mengapa yang digunakan adalah gambar jam. Ternyata, gambar jam tersebut benar-benar menggambarkan tema yang diangkat oleh Christian dan Orizuka. Aku suka dengan penampilan kavernya yang sederhana. Untuk layout, aku suka layout di bagian cerita milik Christian. Menurutku, layout yang digunakan lebih elegan dan menarik untuk dilihat.

“Sorry for being straightforward, but that exactly what you’re doing right now.”—Jere.

The Summary:
Oke. Jadi, untuk novel duet ini terbagi menjadi dua bagian. Yakni, Cinderella Rockefella dan Sunrise. Setiap bagian diceritakan oleh dua orang yang berbeda. Satu-satunya benang merah di antara kedua cerita tersebut adalah hubungan sepupu dua tokoh utama, serta tema yang diangkat sama.

Cinderella Rockefella merupakan cerita yang disajikan oleh Christian Simamora. Berkisah tentang pertemuan Cindy dan Jere yang bisa dibilang sama-sama tertarik satu sama lain. Padahal, mereka baru saja berkenalan. Pekerjaan di dunia model, membuat keduanya bertemu dan pada akhirnya Cindy dan Jere berhasil makan berdua dan mencoba peruntungan dalam hal penjajakan.

“Seriously, normalnya nih, kalau ada yang cerita panjang kali lebar kali tinggi—kayak yang lo lakukan barusan, biasanya ujung-ujungnya selalu ada bau-bau nyombongnya. But this…?”—Cindy.

Kemudian, cerita berlanjut ke Sunrise. Sunrise merupakan bagian novel yang diramu oleh Orizuka. Menceritakan kehidupan Lyla dan Juna. Hubungan Lyla dan Juna terputus di tengah jalan. Pertemuan tidak sengaja antara keduanya, membuat segala getaran-getaran yang pernah muncul di antara keduanya dipertanyakan. Karimunjawa menjadi saksi kisah cinta mereka yang sesungguhnya.

Terkadang takdir tak selalu sejalan dengan rencana manusia.

The Point of view, plot, and setting
Novel ini cukup unik. Meramu dua cerita yang berbeda menjadi kesatuan yang utuh memang cukup sulit. Aku rasa, lebih tepat bila novel ini dikatakan sebagai bentuk novel antologi. Mengapa? Karena kedua cerita yang terkandung di dalamnya benar-benar tidak berhubungan satu sama lain. Memang ada satu benang merah yang menghubungkan keduanya, yakni inti cerita. Inti cerita Cinderella Rockefella dan Sunrise adalah tentang waktu satu hari yang mengubah perasaan dua orang.

Secara sudut pandang, jujur aku lebih suka cerita dari sudut pandang Abang Christian. Entahlah. Gaya cerita yang nyablak dan ceplas-ceplos memang lebih saya sukai dari pada gaya cerita yang kaku. Aku suka sekali dengan permainan kata-kata yang disajikan oleh Christian.


Kemudian, setting yang digunakan dalam novel ini adalah Jakarta dan Karimunjawa. Sesungguhnya, untuk setting Cinderella Rockefella sendiri, tidak terlalu jelas disebutkan dimananya. Jadi, aku asumsikan cerita ini mengambil setting di Jakarta. Oh, ya. Aku suka dengan kemampuan Abang mencomot tokoh-tokoh dari novel abang yang lain seperti Jet, Tere, dan Ryan.

Untuk Sunrise, alurnya sudah cukup rapi dan khas Orizuka banget. Meskipun aku merasa ada sesuatu yang kurang, tapi aku tidak terlalu keberatan akan hal ini.

“Dia sedang mengingatkan gue, La, kalo selamanya, yang bisa bikin lo bahagia cuma gue.”—Juna.

The Opinion
Kalau ditanya pendapatkua akan novel ini, novel ini bisa aku bilang cukup menarik. Mengapa? Karena dua penulis ini memiliki gaya menulis yang jauh berbeda. Bahkan, genre yang mereka biasa tulis itu sangat berbeda. Abang Chris dengan berbagai macam romannya, dan Orizuka dengan Young Adult-nya. Agaknya, hal ini tidak membatasi kreativitas dari kedua orang penulis ini.

Akan tetapi, bila saya bandingkan dengan Fly to The Sky, saya merasakan perbedaannya. Di Fly to The Sky, cerita jauh lebih mengalir karena dua tokohnya memang benar-benar bersinggungan. Menurutku, penggunaan sudut pandang orang pertama akan lebih bagus dan menarik.

Sebenarnya, dari segi konflik, kedua cerita ini tidak terlalu menyajikan cerita yang berat. Penyelesaian konflik di dua novel ini terkesan ringan dan tak terbelit-belit. Mungkin, faktor keterbatasan jumlah halaman menjadi salah satu alasan.

THE LAST LINE
“Hear, hear!” imbuh Lyla, akhirnya tertawa geli.

The Conclusion
Bacaan ringan dari dua penulis kece gagasmedia? You absolutely have to read this!


You Might Also Like

0 comments: