Adult,

All You Can Eat by Christian Simamora | Book Review

Saturday, May 09, 2015 Puji P. Rahayu 0 Comments

All You Can Eat
“Terkadang, yang tak bisa kamu lupakan adalah seseorang yang tak pernah bisa kamu miliki.”

By Christian Simamora
4 for 5 stars


Penerbit                      : Gagasmedia
Tebal halaman           : 455 halaman
Tahun terbit               : 2014, Cetakan keenam
ISBN                           : (10) 979-780-643-X


 
That man is just too good to be true. Just to delicious to resist.
‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’

Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu? Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada lagi yang bisa aku katakana kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.

CHRISTIAN SIMAMORA

Review:
Aku tak akan bilang kalau novel ini punya jalan cerita yang mengejutkan. Maksudku, novel ini bagus karena ada hal yang membuatnya berbeda dengan novel lainnya. Baiklah, mari kita berkenalan dengan tokoh bikinan Abang Christian ini.

Namanya Jandro. Alejandro Putra Vimana. Pengusaha muda, tampan, dan kaya. Ia sudah berhasil di dunia bisnis pada saat berumur 23 tahun. Semua orang kagum akan dirinya dan memang, Jandro adalah sosok pria yang luar biasa. Sayangnya, Jandro punya kisah cintanya sendiri. Ia masih stuck dengan cinta pertamanya dulu. Meskipun ia sempat menjalin cinta dengan orang lain, bahkan seolah sudah lupa akan cinta pertamanya, tapi apa yang semua orang bilang memang benar. Cinta pertama merupakan cinta yang paling sulit dilupakan. Begitu pula yang dialami Jandro. Jandro needs his first love.

Namanya Sarah. Seorang adalah seorang penulis naskah film layar lebar maupun sinetron. Ia adalah seorang perempuasa dewasa yang memiliki berbagai cara untuk menaklukkan pria. Hubungannya dengan pacarnya, Rifat, kandas di tengah jalan karena alasan paling menyebalkan sedunia. Rifat selingkuh dan memohon Sarah bisa mengerti dan memaafkan kekhilafannya. Tapi, seperti yang dirasakan oleh semua perempuan, selingkuh adalah isu sensitif dan tidak bisa diganggu gugat. Sarah pun meninggalkan Rifat. Tapi Sarah sadar kalau ia butuh pengalih perhatian. Maka dari itu, Sarah pun pergi menuju Ubud untuk tinggal sementara di vila keluarga Vimana—bagaimanapun, Sarah adalah sahabat baik Anye. Anye Putri Vimana, kakak perempuan Jandro yang selalu usil dengan kehidupan cinta Jandro.

Villa di Ubud membuat Jandro dan Sarah yang tidak sengaja bertemu lagi mengalami perubahan cukup besar. Mulai dari ketertarikan yang diam-diam mereka rasakan, pernyataan cinta yang ditolak berkali-kali, ketakutan yang tak beralasan, hingga sama-sama pasrah menerima rasa.

Villa di Ubud menjadi saksi bisu perjalanan cinta Jandro dan Sarah.

“Lo serius udah ngelupain gue seratus persen? Sama sekali sampai gue seolah nggak pernah ada di hati lo?”—Sarah.

“Apa lagi yang lo mau bicarakan, Sar? I thought we already said that what we need to say to each other.”—Jandro 

 It’s so drama.

Drama dalam artian bagus. Aku nggak nyangka lho ternyata novel seri JBoyfriend bakal senagih ini. Iya, aku udah punya empat—termasuk AYCE—novelnya abang Christian Simamora. Dan, mau nggak mau, aku sudah termakan salam jatuh cinta yang diciptakan oleh abang.

Sebagai novel dewasa, novel ini menurutku smooth banget. Memang ada adegan yang memang dewasa—but I am 19 years old right now. Aku sama sekali nggak keberatan dengan adegan itu. Kan di belakangnya udah ada peringatannya. Jadi, aku nggak merasa berdosa waktu baca.

Pertama, aku mau mengomentari sampulnya. Oh my God. Sampulnya keren abis. Bagaimanapun, cowok dengan jas memang keren banget. Bahkan, tingkat kegantengan mereka akan naik beberapa tingkat. I think I coulndn’t refuse any man who use Armani—in positive way. Sebenernya, covernya AYCE itu jadi bikin penasaran. Jadi ngebuat pembaca tertarik pakai banget. Dan ya, I love this hot cover.

Jalan cerita. Seperti kata abang di belakang novel, cerita ini bukanlah cerita yang benar-benar baru. Cerita tentang dua orang yang saling suka tapi malu karena beda usia—salah seorang aja sih. Yang satu udah nggak punya malu kayaknya. Tapi, menurutku cara penyampaian abang itu ngena aja. I means nggak belibet mengurai kisah cinta Jandro dan Sarah. Meskipun kalau menurutku, adegan romantic atau cheesy dari mereka berdua tidak sebanyak yang aku harapkan. I love romance, remember?

Paper doll. Dari ketiga novel abang yang ada paper dollnya, aku akan bilang kalau aku tidak begitu suka dengan penggambaran Jandro. Seharusnya Jandro terlihat lebih cool lagi di paper doll ini. And sorry to say, aku lebih suka penggambaran Jethro dari pada Jandro. Padahal, yang aku tahu, Jandro lebih banyak digemari daripada Jethro. Sayangnya, aku lebih kepada tim Jethro di seri JBoyfriend ini.

Tokoh favorit. Pilihanku jatuh pada Jandro. Meskipun aku lebih sayang pada Jethro, tapi kuakui karakter yang emes di novel ini adalah Jandro. Dengan wajahnya yang charming dan kemampuannya yang luar biasa di dunia bisnis, siapa yang bisa menolak pesonanya?

Tokoh menyebalkan. Rifat of course. Dia itu benalu dan nggak tahu malu. Nggak suka banget dengan kelakuannya. Udah gitu dia over pede lagi. Ngeselin.

Setelah aku membaca novel ini, aku merasa puas. Meskipun ada sedikit hal yang tidak aku sukai dalam jalan cerita. Tapi mungkin itu karena akunya saja yang tidak setuju dengan hal ini. Aku suka dengan jalan cinta Jandro dan Sarah yang manis. Aku suka dengan perjuangan Jandro meyakinkan Sarah. Dan aku masih bisa ketawa saat membaca novel ini. Mungkin karena gaya penulisan abang yang lincah. Aku tidak menyesal membeli novel ini. Sama sekali tidak menyesal.

Buatku, novel ini semacam jadi candu. Karena bagaimanapun, aku jadi penasaran dengan seri JBoyfriend lainnya.


You Might Also Like

0 comments: